Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

Sinar Tani
web mail
kalender
SERBA SERBI
UPBS
satulayanan

Buku Inovasi



  

 

Ex Kepala 1985-2011

        

On-LINE

Terdapat 12 Tamu online
Berita
Teknologi pembuatan tortila chips dan es krim PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Senin, 04 November 2013 11:45
Kamis, 31 Oktober 2013 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu telah melaksanakan pelatihan teknologi pembuatan tortilla chips dan es krim pisang curup di Desa Teladan Curup Kabupaten Rejang Lebong. Kegiatan pelatihan yang merupakan salah satu tahapan dalam Pengkajian Peningkatan Nilai Tambah Aneka Produk Tanaman Pangan dan Hortikultura Lokal Unggulan Bengkulu diikuti oleh 26 peserta dan difasilitasi oleh 2 orang petugas lapang.

Materi pelatihan terdiri atas : teknologi pembuatan tortilla chips dan es krim pisang curup serta pengenalan dan pembuatan aneka kemasan produk. Secara umum respon dan antusias peserta terhadap materi pelatihan tersebut cukup baik, ditandai dengan partisipasi peserta yang terlibat langsung dalam pembuatan produk. Selain itu, pada kesempatan ini terdapat beberapa permasalahan yang disampaikan petani terutama terkait dengan mesin pengolahan yang dibutuhkan dalam produksi. Salah satu permasalahan yang dikemukakan diantaranya yaitu kebutuhan kelompok pengolahan hasil Desa Air Bang akan mesin perajang singkong dan peniris minyak (spinner).

LAST_UPDATED2
 
Apresiasi Dampak Pendampingan KRPL di Bengkulu Selatan PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Jumat, 01 November 2013 20:26
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu telah melaksanakan Apresiasi dampak pendampingan KRPL di BP3K Sulau Kecamatan Kedurang Ilir Kabupaten Bengkulu Selatan.
Acara dimulai pukul 09:00 wib dihadiri oleh kepala BPTP Bengkulu yang diwakili oleh ibu Ir. Siswani Dwi Daliani,  Kepala BP4K Kabupaten Bengkulu Selatan yang diwakili oleh Kepala Bidang Programa dan Evaluasi bapak Haroni, SP, Kepala KKP Kabupaten Bengkulu Selatan yang diwakili oleh Pedi Sumantri, Kepala Desa Air Sulau bapak Johar Subari, Korluh BP3K Kecamatan Kedurang Ilir  bapak Sunaryo,  petugas pendamping P2KP, dan kelompok wanita tani pelaksana kegiatan pemanfaatan pekarangan.

Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa Sulau dilanjutkan sambutan dari  Kepala BPTP Bengkulu.  Kepala BP4K Kabupaten Bengkulu Selatan menyampaikan sambutan dan sekaligus membuka acara secara resmi dan ditutup dengan do’a yang disampaikan oleh bapak Sumarno.

Penyampaian materi dilakukan secara panel. Panel pertama disampaikan oleh Kepala BP4K Kabupaten Bengkulu Selatan yang diwakili oleh bapak Haroni, SP tentang Dukungan BP4K terhadap program Ketahanan Pangan yang dimulai dari pekarangan dan Kepala KKP Kabupaten Bengkulu Selatan yang diwakili oleh bapak Pedi Sumantri tentang Program ketahanan pangan dimulai dari pekarangan.

Panel kedua disampaikan oleh petani kooperator yaitu bapak Wahyuno dan Ibu Sukini. Materi yang disampaikan oleh bapak Wahyuno mengenai manfaat yang dirasakan setelah mendapat pendampingan melalui pelatihan pembuatan kompos serta peluang usaha pengolahan kompos serta proses pembuatannya. Sementara ibu Sukini menyampaikan tentang pengalaman dan manfaat yang dia rasakan setelah mendapat pendampingan dari BPTP Bengkulu.

Diskusi dipimpin oleh ibu Siswani Dwi Daliani dari BPTP Bengkulu.
Selesai diskusi acara ditutup kembali secara resmi oleh kepala BP4K Kabupaten Bengkulu Selatan

 
BPTP Bengkulu pada pameran HPS PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Kamis, 31 Oktober 2013 18:37
Dengan mangga bengkulu dan jeruk garge BPTP Bengkulu ikut meramaikan pameran HPS di Padang Sumatera Barat. BPTP Bengkulu ikut mengisi stand pameran salah satu diantara stand Badan Litbang  Pertanian. Baik itu berupa bibit jeruk garge, bibit mangga dan juga diolah menjadi juice mangga dan juice jeruk. Selain itu Lab. Pasca Panen BPTP Bengkulu juga memperlihatkan hasil olahan selai.

Penyelenggaraan HPS di Indonesia dijadikan momentum dalam meningkatkan pemahaman dan kepedulian masyarakat dan para stakeholder terhadap  pentingnya penyediaan pangan yang cukup dan bergizi, baik bagi masyarakat Indonesia maupun dunia. Tema : Optimalisasi Sumber Daya Lokal Menuju Kemandirian Pangan

Pameran Hari Pangan Sedunia – 2013 diikuti oleh :

  1. Kementerian
  2. Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota
  3. Eselon I lingkup Kementerian Pertanian RI
  4. Institusi-institusi Pemerintah
  5. Perusahaan Swasta
  6. Kedutaan Besar Negara Sahabat dan Perwakilan Dagang Asing
  7. Lembaga Donor Internasional
  8. Praktisi Agribisnis dan Agroindustri
  9. Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah
  10. Asosiasi
  11. Produsen dan Industri pendukung produk unggulan olahan Pertanian beserta turunannya
  12. Perguruan Tinggi
  13. Peserta lain yang terkait produk pertanian, Kehutanan, kelautan dan Perikanan
Acara diawali oleh sambutan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, sambutan Menko Perekonomian Hatta Rajasa, sambutan  perwakilan FAO Indonesia Muhammad Immir, pemberian penghargaan dan pentas kesenian. Acara dilanjutkan dengan melakukan kunjungan stand pameran HPS ke 33 serta mengunjungi pameran gelar teknologi pertanian, peternakan, perkebunan, Hortikultura dan perikanan. SBY juga melakukan panen Melon serta diakhiri dengan penanaman pohon yang diikut oleh beberapa Menteri Kabinet.

LAST_UPDATED2
 
Apresiasi dan Workshop Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Minggu, 27 Oktober 2013 14:54
Untuk Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dalam pengelolaan Situs Web, tanggal 26 s/d 28 Oktober 2013 Badan Litbang Pertanian menyelenggarakan Apresiasi dan Workshop Pengelolaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Hotel Horison Bekasi.

Tujuan workshop untuk mendukung peningkatan Peyananan Informasi lingkup Badan Litbang Pertanian. Peserta terdiri dari penanggung jawab dan pengelola Situs Web seluruh Unit Kerja/Unit Pengelola Teknis lingkup Badan Litbang Pertanian termasuk BPTP Bengkulu. Hadir pada workshop Kepala Badan Litbang Pertanian (Dr. Haryono) yang sekaligus membuka acara dan didampingi oleh Kepala Bagian Perencanaan Badan Litbang Pertanian (Dr. Rohlini).

Narasumber berasal dari Menkominfo, Harian Republika, Antara, Datim Badan Litbang Pertanian dengan meteri : 1) Tip dan Trik Penulisan di media online; 2)Teknik Penyajian Tulisan Ilmiah ke dalam Media Website; 3) Evaluasi Situs Web Badan Litbang Pertanian menuju Peringkat 10 Besar Webometric; dan 4) Sosialisasi IAARD Net/staff Site

Sangat beruntung Workshop kali ini dibuka oleh Kepala Badan Litbang Pertanian (Dr. Haryono) yang sangat perhatian pada Teknologi Informatika Komunikasi sehingga mengerti apa kendala dalam pengelolaan website yang selama ini dan selanjutnya untuk dapat perbaikan dan penyempurnaan. Dalam arahannya Bapak Ka. Badan Litbang menyampaikan agar Litbang Pertanian menjadi Lembaga Penelitian yang berkelas dunia maka seluruh jajaran Litbang Pertanian harus mengedepankan 3 unsur penting yaitu : 1). Bio science: diantaranya yaitu genomic research, breeding dan aplikasi nano technology, 2). Merespon perubahan iklim (climate change), 3). Aplikasi Teknologi Informasi (IT). Workshop ini akan diadakan setiap tahun untuk evaluasi dan perbaikan website di UK/UPT lingkup Badan Litbang.

Visi TIK Badan Litbang Pertanian adalah menjadi yang terdepan dalam implementasi e-government mendukung Badan Litbang Pertanian sebagai Lembaga Litbang berkelas dunia. 

Misi TIK Badan Litbang Pertanian adalah : 1) Mendukung keseluruhan siklus penelitian; 2) Mendukung berbagai proses administratif; 3) Memberikan kemudahan  bagi pemangku kepentingan; 4) Aman dan sehat bagi penggunanya

Tujuan TIK : menjadi acuan utama bagi UK/UPT Badan Litbang Pertanian dalam merencanakan dan mengembangkan sistem informasi berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di lingkungan Badan Litbang Pertanian.

Sasaran pertama adalah peningkatan kredibilitas (image positif) Badan Litbang Pertanian; kedua peningkatan peran Badan Litbang Pertanian sebagai knowledge center dan pusat informasi.

Selesai pembukaan Bapak Kepala Badan berfoto bersama dengan seluruh peserta dan menyampaikan selamat ulang tahun kepada Ibu Rohlini yang sedang berulang tahun.

Pada hari kedua Ibu Rohlini juga memberi pengarahan dengan memaparkan rencana-rencana Badan Litbang Pertanian dalam pengembangan Teknologi Informatika. Dilanjutkan dengan materi dari Republika dengan latihan-latihan dan sosialisasi VPN dari Telkom.
Pelatihan dilaksanakan dengan diskusi, latihan membuat artikel berita. Tampak peserta semangat dalam menyelesaikan latihan yang diberikan.

LAST_UPDATED2
 
Hari Pangan Sedunia ke 33 di Sumatera Barat PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Kamis, 24 Oktober 2013 11:46
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno didampingi oleh Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Dr Haryono membuka Seminar Nasional dalam rangka Hari Pangan Sedunia (HPS) ke – 33 bertemakan ‘Optimalisasi Sumber Daya Lokal Melalui Diversifikasi Pangan Menuju Kemandirian Pangan dan Perbaikan Gizi Masyarakat Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015’ di Padang Barat, Sumatera Barat, Senin (21/10/2013).
Tujuan dari penyelenggaraan kegiatan Seminar Nasional ini adalah untuk: (1) Memperoleh gambaran tentang potensi dan pemanfaatan sumberdaya lokal untuk kemandirian pangan dan kesiapan Indonesia dalam menghadapi MEA 2015; (2) Mengidentifikasi kendala, permasalahan dan alternatif solusi dalam mewujudkan kemandirian pangan dan peningkatan daya saing nasional menghadapi MEA 2015; dan (3) Merumuskan kebijakan dan strategi kemandirian pangan dalam memanfaatkan peluang MEA bagi peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di sektor pertanian.

Materi seminar terdiri dari dua sumber, yaitu makalah utama dari pemakalah yang diundang secara khusus dan merupakan pakar di bidangnya serta makalah penunjang dari peneliti maupun akademisi yang memiliki perhatian terhadap isu-isu ketahanan dan kemandirian pangan, dan kerjasama regional ASEAN. Peserta Seminar Nasional berasal dari berbagai kalangan yang terdiri dari unsur birokrat, peneliti di lingkup Kementerian Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan. Ristek, Penyuluh, Akademisi, praktisi agribisnis, praktisi pembangunan pertanian, pengambil kebijakan, LSM, dan masyarakat umum.  Dari seluruh peserta yang hadir Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu turut mengirimkan 2 orang peneliti dan penyuluh (Bunayah Honorita dan Jhon Firison) untuk  mengikuti seminar. Dengan makalahnya yang berjudul :
  1. Adaptasi Varietas Unggul Baru Inpara pada Lahan Rawa Lebak di Kabupaten Muko-muko Bengkulu oleh Jhon Firison, Siti Rosmanah, Wahyu Wibawa
  2. Potensi Pemanfaatan Lahan Pekarangan sebagai sumber Bahan Pangan Lokal di Provinsi Bengkulu oleh Umi Pudji Astuti dan Bunayah Honorita

Indonesia sebagai negara agraris yang besar, sesungguhnya memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, bahkan memasok bagi kebutuhan pangan global. Namun demikian beberapa pangan pokok masih menghadapi berbagai permasalahan, baik ketersediaan dan pasokan maupun harga. Seminar Nasional ini bertujuan salah satunya untuk mendapatkan gambaran tentang potensi dan pemanfaatan sumberdaya lokal untuk kemandirian pangan.
Gubernur Sumbar dalam sambutannya mengatakan bahwa pemberlakuan pasar tunggal ASEAN akan dimulai pada tahun 2015. Hal tersebut belum sepenuhnya akan menguntungkan petani Indonesia. Bila dilihat dari berbagai parameter daya saing, Indonesia relatif masih tertinggal dibandingkan negara-negara pesaing di ASEAN. Satu-satunya keunggulan yang dimiliki Indonesia hanya dari segi penguasaan bahan baku berbasis sumber daya alam, baik mineral maupun agro.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa saat ini Indonesia hanya menempati posisi ke enam dalam peringkat kesiapan negara-negara ASEAN menghadapi implementasi Pasar Tunggal ASEAN 2015 mendatang. Dalam matrik penilaian yang dirilis Sekretariat ASEAN, skor kesiapan yang berhasil dikumpulkan Indonesia baru mencapai 81,3%, masih di bawah negara-negara pesaing lainnya seperti Thailand, Malaysia, Laos, Singapura dan Kamboja yang berada pada kisaran 82-84,6%.

Dengan memperhatikan daya saing yang masih rendah tersebut, tentunya harus ada upaya ekstra keras dari semua pemangku kepentingan baik pemerintah pusat maupun daerah, dunia usaha, akademisi dan masyarakat untuk secara cerdas dan cermat meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar ASEAN.

Di samping itu juga mengantisipasi dampak negatif sebagai konsekuensi dari implementasi  yang didukung oleh kebijakan yang tepat di bidang perdagangan, industri berbasis pertanian, infrastruktur, investasi, ketenagakerjaan, kelembagaan dan lainnya.

Mengakhiri sambutannya Gubernur Sumbar menegaskan bahwa dukungan dari lembaga penelitian di sektor pertanian seperti Badan Litbang Pertanian, perguruan tinggi, dunia usaha, sangat diperlukan untuk memperkuat daya saing Indonesia.

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com