Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Berita
Pelatihan bagi Petugas Pendamping dan Pengurus Kelompok P2KP Kabupaten Bengkulu Selatan PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Senin, 16 September 2013 07:53
Bertempat di kantor BP3K Kecamatan Sulau Kabupaten Bengkulu Selatan telah dilaksanakan Pelatihan bagi Petugas Pendamping dan Pengurus Kelompok P2KP Kabupaten Bengkulu Selatan dalam hal pemanfaatan pekarangan menuju kawasan rumah pangan lestari melalui kegiatan pendampingan KRPL di provinsi Bengkulu.

Tujuan dari pelatihan  ini adalah
  1. Menambah pengetahuan petugas pendamping dan pengurus kelompok P2KP pemanfataan pekarangan di kabupaten Bengkulu Selatan provinsi Bengkulu tentang pembuatan kompos, persiapan media semai dan media tanam, teknis penyemaian dan penanaman serta pemeliharaan tanaman pekarangan secara organik
  2. Meningkatkan keterampilan petugas pendamping dan pengurus kelompok P2KP pemanfatan pekarangan dalam dalam menyukseskan program KRPL di Provinsi Bengkulu khusunya di Bengkulu Selatan
Diharapkan dari kegiatan pelatihan inovasi teknologi KRPL adalah :
  1. Petugas pendamping P2KP dan pengurus kelompok P2KP pemanfatan pekarangan mampu melatih dan membuat kompos, media semai, media tanam dan pestisida nabati serta aplikasinya dilapangan
  2. Meningkatnya keterampilan petugas pendamping dan pengurus kelompok P2KP di kabupaten Bengkulu Selatan dalam mensukseskan program pemanfaatan pekarangan dengan konsep KRPL
Pelaksanaan pelatihan secara klasikal dengan metode ceramah/tatap muka, diskusi dan praktek lapangan. Hasil pelatihan/praktek akan dijadikan bahan dalam pembangunan Rumah Pangan Lestari yang nantinya akan dijadikan lokasi Gelar Teknologi. Kompos hasil pelatihan akan digunakan sebagai demplot untuk Gelar Teknologi Kawasan Rumah Pangan Lestari.

Kegiatan pelatihan teknik pengelolaan pekarangan melalui inovasi KRPL seperti  pembuatan media tanam dan teknik pengelolaan tanaman pekarangan bagi petani dan petugas pendamping P2KP. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 11 September 2013 di BP3K Sulau dimulai pukul 09.00 WIB. Acara dihadiri Kepala BPTP Bengkulu yang diwakili oleh Ir. Siswani Dwi Daliani, Kepala BP4K Kabupaten Bengkulu Selatan Bapak Iskandar dan kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Bengkulu Selatan Bapak Miran. Peserta terdiri dari petugas pendamping dan pengurus kelompok P2KP di Kabupaten Bengkulu Selatan sebanyak 45 orang.

Sambutan dari BPTP Bengkulu disampaikan oleh ibu Siswani Dwi Daliani. Dalam arahannya beliau meyampaikan dukungan pemerintah melalui Badan Litbang Pertanian, BPTP Bengkulu tentang optimalisasi lahan pekarangan melalui. Melalui kegiatan Pendampingan KRPL di Provinsi Bengkulu khususnya di kabupaten Bengkulu Selatan, BPTP Bengkulu melaksanakan Pelatihan dan Gelar Teknologi. Sebagai bentuk dukungan yang diberikan dalam hal paket inovasi teknologi.
Sementara dalam sambutan kepala BP4K Kabupaten Bengkulu Selatan sebelum membuka acara secara resmi, beliau menekakan kan pada 4 aspek pembangunan pertanian yang telah dicanangkan oleh kementerian pertanian yakni:

  1. Swasembada  dan swasembada berkelanjutan
  2. Diversifikasi Pangan 
  3. Peningkatan nilai tambah dan daya saing ekspor
  4. Kesejahteraan petani
Dalam pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan di kabupaten Bengkulu Selatan sudah tercapai dan diharapkan akan terus dipertahankan dan ditingkatkan dengan perbaikan irigasi, peningkatan IP, penyebaran VUB, dll.  Diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah dan daya saing serta ekspor saling berkaitan dan dapat dimulai dari pekarangan. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal untuk menghasilkan bahan baku dalam pembuatan produk hasil pertanian seperti ganyong, ubi kayu, ubi jalar, jagung, dll. Selain tanaman pangan penghasil karbohidrat juga dapat di selingi dengan tanaman sayuran, rempah, obat-obatan bahkan buah-buahan.

Melalui program Pendampingan KRPL yang diselenggarakan oleh BPTP Bengkulu dalam bentuk inovasi teknologi melalui pelatihan-pelatihan, demplot, dan gelar teknologi diharapkan masyarakat kabupaten Bengkulu Selatan khususnya desa Sulau dapat menjadi pioner dan lokasi kunjungan dari desa-desa lain dalam hal pemanfaatan pekarangan (KRPL). Untuk itu diminta keseriusan dari peserta pelatihan dalam mengikuti berbagai kegiatan yang diadakan termasuk pelatihan teknik pengelolaan pekarangan melalui inovasi KRPL seperti pembuatan kompos, pembuatan media tanam dan teknik pengelolaan tanaman pekarangan ini.

Setelah mengikuti pelatihan tersebut, kepala BP4K kabupaten Bnegkulu Selatan berpesan agar kiranya ilmu yang didapat diterapkan dan disampaikan dengan anggota kelompok lainnya karena yang dapat mengikuti pelatihan ini merupakan orang-orang terpilih dan diyakini akan mampu mengemban beban yang telah di terima, karena pemerintah/petugas tidak mungkin menyampaikan atau mengumpulkan warga secara keseluruhan.

Diakhir sambutan sebelum membuka acara secara resmi, kepala BP4K kabupaten Bengkulu Selatan mengucapkan terima kasih kepada BPTP Bengkulu telah melaksanakan kegiatan di kabupaten Bengkulu Selatan.
Setelah acara dibuka secara resmi oleh Bapak Iskandar Kepala BP4K kabupaten Bengkulu Selatan yang didampingi oleh Bapak Miran Kepala KKP Kabupaten Bengkulu Selatan dilanjutkan dengan Do’a yang disampaikan oleh bapak Sunarto.

PENYAMPAIAN MATERI

Pengelolaaan Kebun Bibit Desa (KBD)
Materi mengenai Pengelolaan Kebun Bibit Desa (KBD) disampaikan oleh DR. Umi Pudjiastuti dari BPTP Bengkulu dengan moderator Yahumri, SP.
Dalam pengelolaan Kebun Bibit Desa yang sering disebut KBD, banyak aspek yang perlu dipahami dan dilaksankan agar KBD dapat tumbuh dan berkembang sehingga nantinya akan menjadi usaha produktif yang menguntungkan. Aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan antara lain adalah ketersediaan bibit harus tetap ada dan berkelanjutan. Selain itu juga perlu dilengkapi dengan buku administrasi dan keuangan.

Ketersediaan bibit harus diiisesuaikan dengan minat masyarakat desa dan kesesuian tumbuh komoditas yang dikembangkan dengan agroekosistem setempat. Sementara secara administrasi perlu dibukukan mengenai data-data jadwal dan waktu penyemaian dan distribusi bibit serta kas yang akan dikelola dan dikembangkan.

Dalam diskusi, komoditas tanaman yang paling disukai oleh ibu-ibu peserta pelatihan antara lain adalah : Cabe, terung hijau, terung minyak, tomat, bunga kol, sawi. Sementara untuk komoditas yang umurnya lebih lama maka perlu diberikan pupuk kimia seperti NPK karena pupuk kompos hanya mampu mencukupi 50% dari kebutuhan tanaman.

Teknologi Penetasan dan Pemeliharaan Ayam KUB
Materi kedua disampaikan oleh ibu Siswani Dwi Daliani dengan materi penetasan telur dan pemeliharaannya sesudah menetas. Dalam pelatihan ini dijelaskan mengenai proses penetasan telur ayam KUB dapat dilakukan secara alamiah (dengan induk) atau dapat juga dilakukan dengan mesin penetas. Menetaskan dengan induk dapat dilakukan sebanyak 8-10 butir, tergantung dari besar kecilnya induk. Telur yang dapat ditetaskan adalah telur yang berasal dari induk yang dibuahi oleh pejantan. Hal yang perlu diketahui mengenai penetasan dengan menggunakan mesin tetas adalah mesin tetas dan peralatannya, pemilihan telur dan cara-cara mempergunakan mesin tetas.
Mesin tetas dan peralatannya ;
  1. Beberapa bagian penting dari mesin tetas adalah :
  2. Peti; dindingnya tidak dapat meneruskan panas sehingga suhu didalamnya dapat dipertahankan menurut keperluannya
  3. Sebuah bak air; letaknya dibawah rak telur berguna untuk menjaga kelembaban ruang didalam peti
  4. Alat pemanas; ada yang liustrik, lampu minyak dan perpaduan keduanya dengan syarat apabila menggunakan lampu minyak harus dijaga dengan baik, setiap hari dibersihkan sehingga lampu dapat menyala dengan rata dan kelihatan putih sinarnya. 
  5. Pipa; yakni jalan sumber panas yang masuk kedalam ruang peti. Pipa ini harus terus baik tidak boleh bocor
  6. Ventilasi (lubang udara), bagian atas untuk gas asam arang, bawah gas asam
  7. Thermo-regulator; pengatur suhu dapat juga tidak digunakan asalkan suhu tetap bisa di kontrol dan dipertahankan
  8. Thermometer; Sebuah lat pengukur suhu
Pemilihan telur tetas

Memilih telur tetas yang akan ditetaskan adalah suatu hal yang amat penting karena baiktidaknya anak ayam tergantung kepada keadaan telur yang ditetaskan. Jenis telur untuk ditetaskan ada dua macam yaitu telur yang tidak bertunas yakni telur yang dihasilkan oleh induk yang tak ada pejantannya. Telur yang bertunas (telur tetas) yakni telur yang dihasilkan oleh induk yang dikawini oleh pejantan. Memilih telur tetas harus memperhatikan bentuk yang seragam, besar/berat, warna kulit, umur, kebersihan dan mutu.

Langkah dlam menetaskan telur dengan menggunakan mesin penetas yaitu; panaskan mesin tetas kurang lebih 24 jam sebelum telur dimasukkan. Isi bagian bawah rak dengan air secukupnya. Letakkan 2 buah thermometerdalam inkubator, pastikan keduanya berada pada posisi setengah tinggi telur. Bisa dimasukkan gelas plastik sebagai tempat thermometer. Letakkan sepotong kain didalam air. Salah satu ujung kain tempelkan pada thermometer. Pastikan suhu stabil 37 oC.
Telur mulai dibalik pada hari kedua dan seterusnya sampai hari ke 18. Biasanya untuk memastikan sudah dibalik atau tidak dengan menandai sisi telur dengan X dan Y di kedua sisi yang berlawanan.  Hari ke 18 sampai menetas telur tidak lagi dibalik. Mulai hari ke 19 biasanya telur sudah mulai retak dan hari ke 20 dan 21 telur sudah menetas.

PRAKTEK

Pembuatan Kompos dengan Dekomposer Trico-G
Pengomposan adalah dekomposisi alami dari bahan organik oleh mikroorganisme yang memerlukan oksigen (aerob). Hasil pengomposan berupa kompos yaitu pupuk yang dihasilkan dari bahan organik melalui proses pembusukan. Pembuatannya dilakukan pada suatu tempat yang terlindung dari matahari dan hujan.
Fungsi kompos :
  1. Memperbaiki struktur tanah,
  2. Meningkatkan populasi dan aktivitas organisme tanah. 
  3. Meningkatkan kemampuan mengikat air dan agregat tanah
  4. Meningkatkan infiltrasi, 
  5. Menghalangi terjadinya erosi dan menunjang penyebaran dan  penetrasi akar tanaman.
  6. Memperkuat daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit. 
  7. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa tanaman yang diberi pupuk kompos   lebih tahan terhadap hama dibandingkan tanaman yang tidak diberi kompos maupun yang tidak dipupuk.
Faktor-faktor  yang mempengaruhi pengomposan :
  1. Kadar air
  2. Suplai oksigen
  3. suhu
  4. pH.
Parameter penetu kematangan kompos :
  1. karakteristik fisik, seperti suhu, warna,tekstur
  2. Nisbah C/N
  3. Tidak berbau dan 
  4. bebas dari patogen parasit dan biji rumput-rumputan
Ciri-ciri kompos yang matang :
  1. Nisbah C/N yang rendah,
  2. Tidak menyebarkan bau yang ofensif, 
  3. Kandungan kadar airnya memadai 
  4. Tidak mengandung unsur-unsur yang merugikan tanaman.
Sumber Bahan Organik untuk kompos :
  1. Sisa dan kotoran hewan (pupuk kandang)
  2. Sisa tanaman, pupuk hijau,
  3. Sampah kota, 
  4. Limbah industri,
Aktivator Pembuatan kompos :
  1. Trichoderma sp
  2. Trico G
  3. Efektif Mikroorganisme (EM-4) 
  4. Stardek
  5. Mikro organisme lokal (MOL)
Bahan- bahan:
  1. 1 ton Kotoran sapi 80-83%
  2. 100 kg Serbuk gergaji ( bisa sekam, jerami padi dll) 
  3. 1 kg Bahan pemacu mikrooganisme ( Trico-G) 
  4. 250 g Gula Pasir
  5. Kalsit/ dolomit kapur.
  6. 500 g Urea
Tempat pembuatan boleh beralaskan langsung ketanah dengan ukuran yang disesuaikan kebutuhan kita, ternaungi agar pupuk tidak terkena sinar matahari langsung.
Proses Pembuatan Kompos.
  1. Kumpulkan kotoran sapi sebanyak yang dibutuhkan dan ditimbun ditempat pembuatan kompos yang diberi naungan.
  2. Kotoran diratakan setinggi 50cm kemudian ditaburi kapur dolomit dan dilapisi dengan sekam dan serbuk gergaji.
  3. Siapkan larutan activator kompos dengan melarutkan 1 kg activator kompos (Trico-G) kedalam 25-50 liter air tambahkan 250 gram gula pasir dan 250 gram urea kedalam larutan trico-G kemudian aduk hingga merata dan langsung disemprotkan kekotoran ternak yang akan dibuat kompos tersebut. 
  4. Setelah itu ditimbun lagi kotoran ternak setinggi 50cm kemudian ditaburi kapur dolomit kembali dan lapisi lagi dengan sekam dan serbuk gergaji lalu disemprot lagi dengan activator kompos.
  5. Ulangi pekerjaan tersebut sampai bahan kotoran habis.
  6. Setelah pekerjaan itu selesai biarkan tumpukan tersebut selama 1 minggu untuk dilakukan pembalikan. Usahakan kelembaban sekitar 70% dan kadar air sekitar 60% , kalau terlalu kering maka dilakukan penyiraman dengan air.
  7. Pembalikan dilakukan sekali 1 minggu dan proses pengomposan berlangsung selama 21 hari. Setelah proses pengomposan selesai maka dilakukan pengayakan terhadap kompos dan selanjutnya siap untuk digunakan.
Ciri – Ciri kompos yang telah matang .
  1. Warna menjadi coklat kehitaman
  2. Terjadi perubahan bentuk 
  3. Tidak berbau dan suhu tidak panas.
Penggunaan pupuk kompos mampu menghemat biaya input pupuk. Untuk memperoleh tingkat produksi yang optimal, penggunaan kompos perlu diiringi dengan penggunaan pupuk kimia (sekitar ½ dosis rekomendasi pupuk kimia).Penggunaan pupuk kompos jangan sampai keliru penerapannya, bisa mengakibatkan merosotnya produksi tanaman, dan yang lebih parah dapat merugikan petani sehingga dapat menurunkan tingkat kepercayaan petani terhadap penyuluh khususnya dan petugas pertanian pada umumnya.Petani dalam hal menggunakan pupuk harus lebih selektif sehingga dapat digunakan secara efisien. Dengan penggunaan minimal 2 ton kompos maka penggunaan pupuk kimia (urea, SP36, dan KCL) dapat dikurangi hingga 50%Dengan demikian, modal petani untuk membeli pupuk kimia dapat ditekan. Dalam jangka panjang diharapkan produksi akan meningkat karena lahan menjadi semakin subur.

Penyiapan Media Semai dan Cara Penyemaian di KBD

Media semai terdiri dari campuran tanah, kompos dan sekam dengan perbandingan 1:1:1. Tanah, kompos dan sekam dicampur merata kemudian diayak. Polibag semai untuk tanaman sayuran biasanya digunakan plastik dengan ukuran 6 x 12 cm. Sudut bagian bawah plastik dipotong sehingga berlubang. Plastik diisi dengan campuran media semai diatas sampai penuh dan disusun pada petak semai dan diletakkan pada rak semai didalam KBD. Setelah itu dilanjutkan dengan proses penyemaian. Proses penyemaian dimulai dengan membuat lubang tempat benih pada pmedia semai kemudian benih dimasukkan sau polibag semai satu butir benih. Lalu kemudian disiram sampai basah dan ditutup dengan karung atau bahan lain. Kelembaban media semai harus tetap terjaga sampai benih bertunas dan tumbuh sampai mengeluarkan2-4 helai daun sehingga siap dipindahkan. 

Penyiapan Media Tanam dan Cara Penanaman dalam Polibag/pot, Bedengan dan Vertikultur

Dalam materi penyiapan media tanam dan perawa
tan tanaman sayuran di pekarangan yang disampaikan oleh bapak Yahumri, SP (Peneliti BPTP Bengkulu) menjelaskan bahwa pemeliharaan tanaman di pekarangan yang terpenting adalah kompos. Pemanfaatan pupuk kompos sangat dianjurkan dalam pemeliharaan tanaman sayuran dan penggunaan pupuk kimia seminimal mungkin dihindari. Dengan penggunaan pupuk kompos maka diharapkan lingkungan akan alami dan tanaman pun dapat dikonsumsi dengan aman. Untuk media tanam terdiri dari tanah, kompos dan sekam dengan perbandingan 2:2:1 dicampur merata dan dihancurkan untuk yang menggumpal. Setelah dimasukkan ke dalam polibag, sebelum bibit ditanam media disiram terlebih dahulu.Untuk perawatan tanaman yang berada di dalam polibag harus terus disiram pagi dan sore. Dan dapat juga ditambahkan pupuk NPK baik ditaburkan maupun di larutkan dengan air.

Pelaksanaan pelatihan teknik pengelolaan pekarangan melalui inovasi KRPL seperti  pembuatan media tanam dan teknik pengelolaan tanaman pekarangan bagi petani dan petugas pendamping P2KP. Pelatihan yang diberikan antara lain pembuatan kompos, persemaian dan pemeliharaan tanaman sayuran di pekarangan diikuti dengan sangat antusias oleh peserta dan mereka sangat ingin mencoba menerapkan teknologi yang disampaikan. Masyarakat berharap kedepannya dalam pengelolaan pekarangan mereka tetap terus diberi bimbingan dan petunjuk.

Dalam pelatihan ini juga dibagi brosur dan leaflet budidaya sayuran untuk dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai acuan dalam membudidayakan tanaman di pekarangan
 

LAST_UPDATED2
 
Siswa.i SMK N 6 Bengkulu magang di BPTP Bengkulu PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Kamis, 05 September 2013 07:58
Sebagai salah satu bentuk kerjasama BPTP Bengkulu dengan Pemerintah Daerah setiap tahunnya. Rabu  4 September 2013 SMK Negeri 6 Kota Bengkulu menugaskan sejumlah siswa untuk melakukan praktek/magang di kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu.  Saat ini tercatat 12 orang siswa dari SMK Negeri 6 Bengkulu melakukan magang selama 2 bulan dan berakhir pada November 2011. BPTP Bengkulu memberikan ilmu pengetahuan dan pelatihan kerja yang disebut praktek kerja industri guna menambah dan memperdalam ilmu yang dipelajari di sekolah dengan ilmu yang dilaksanakan langsung  dengan teknologi pertanian pada kegiatan pengkajian BPTP Bengkulu yang sedang berjalan.
Selama magang siswa/siswi  dibimbing oleh Wahyuni Amelia Wulandari, M.Si, Alfayanti SP;  Waluyo A.Md; Ir. Eddy Makruf; Lina Ivansti, STP.

Tujuan Praktek Kerja Industri (Prakerin) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Kota Bengkulu adalah menambah dan mensinkronkan teori dengan praktek sesuai program keahlian pertanian dalam kompetensi teknologi pengolahan hasil pertanian dalam rangka agar lulusan memiliki kompetensi dan kompentensi dengan jurusannya.

Direncanakan setiap hari jumat siswa diberi kuliah umum, seperti Pengenalan Website BPTP Bengkulu, Perpustakaan, Laboratorium Diseminasi, Labor Pasca Panen, Laboratorium Tanah, Klinik Agribisnis.  Setelah magang para siswa diwajibkan membuat laporan kerja usaha untuk setiap kelompok. Kepala BPTP berpesan kepada siswa agar kesempatan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya, agar nanti akan sangat bermanfaat untuk kita sendiri.

Diakhir pelaksanaan siswa/siswi diwajibkan membuat laporan prakerin yang berupa proposal yang isinya tentang praktek kerja industri dan disahkan oleh Kepala BPTP Bengkulu dan sekolah/pembimbing.
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Kota Bengkulu (Hasan Baksin, S.Pd) menitipkan siswa/siswi kepada BPTP Bengkulu untuk dibina untuk menambah wawasan dalam teknologi pertanian.

LAST_UPDATED2
 
Penyuluh BPTP Bengkulu mendapat prestasi Pemakalah Terbaik dibidang Penyuluhan PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Selasa, 03 September 2013 22:27
Bogor – bertempat di Auditorium Sadikin Sumintawikarta Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian (BBSDLP) tanggal 21 – 22 Agustus 2013 sejumlah 197 peserta dari seluruh BPTP, termasuk BPTP Bengkulu berkumpul untuk  melaksanaka workshop dengan tema “Peningkatan Profesionalisme Jabatan Fungsional Non-Peneliti Badan Litbang Pertanian berorientasi Sciences, Innovation dan Network yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Pertanian.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Badan Litbang Pertanian yang diwakili oleh Ka. Bag Kepegawaian Badan Litbang, Djoko Purnomo, M.Ps.  Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan temu teknis non-peneliti ini merupakan kegiatan yang secara konsisten diselenggarakan oleh Badan Litbang dan merupakan ajang untuk berdiskusi serta bertukar pikiran dan informasi.  Beliau juga mengharapkan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik.  Temu Teknis Jabatan Fungsional Non-Peneliti dan Perekayasa ini mengakomodir kepentingan pejabat fungsional non-peneliti dalam rangka pembinaan, pengembangan karir dan peningkatan produktivitas kerja di lingkungan Badan Litbang Pertanian. Temu teknis, para pejabat fungsional non-peneliti diharapkan dapat menyampaikan buah karya tulis, ide-ide dan kreativitas dalam pekerjaannya serta saling tukar menukar pengetahuan yang dimiliki dan berbagi pengalaman dalam melaksanakan tugas pekerjaan.

Tujuan dari workshop adalah : Jabatan fungsional non-peneliti merupakan pelaksana tugas organisasi yang menuntut persyaratan ketrampilan, profesional, bertanggung jawab, adil dan jujur. Untuk menjadi pemangku jabatan fungsional non-peneliti yang profesional diperlukan kiat-kiat seperti dedikasi, semangat, kreatif serta memiliki prinsip hidup ke depan untuk selalu lebih maju.  Karya tulis ilmiah yang baik memerlukan beberapa persyaratan antara lain: Accurate (tepat), Audience adapted (mudah dimengerti), Brief (ringkas), dan Clear (jelas). Pembinaan secara rutin serta dorongan motivasi yang cukup besar dari atasan langsung maupun tidak langsung diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme pejabat fungsional non-peneliti, sehingga yang bersangkutan dapat bekerja mandiri dengan kemampuan dan kompetensi yang telah dimiliki.

Dalam pertemuan, disajikan 2 makalah utama yaitu: (1) Peran dan tantangan jabatan fungsional tertentu (Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian, (2) Kiat-kiat penulisan karya tulis ilmiah dan membangun budaya kerja dan etika pejabat fungsional dalam rangka peningkatan profesionalisme jabatan fungsional tertentu yang disampaikan oleh Prof. Dr. Sumarno. Kegiatan temu teknis menyajikan 73 makalah penunjang dari berbagai jabatan fungsional non-peneliti seperti penyuluh, pustakawan, litkayasa, arsiparis, pranata komputer, statistisi, analis kepegawaian dan pranata humas.

Dua makalah BPTP Bengkulu yang disampaikan dalam kegiatan temu teknis dibawakan   oleh : Ir. Sri Suryani M. Rambe dan Peranan Metode Penyuluhan (Temu Lapang) Terhadap Peningkatan Pengetahuan Penyuluh Pendamping P2KP dalam Teknologi Pemanfaatan Lahan Pekarangan Terpadu di Provinsi Bengkulu oleh Dr. Umi Pudji Astuti, MP dan Bunaiyah Honorita, SP.

Dari pemakalah yang ikut serta dalam pertemuan, BPTP Bengkulu terpilih sebagai Pemakalah Terbaik di bidang penyuluhan yakni Bunaiyah Honorita, SP.
Bapak Wisno Broto selaku Wakil Ketua Pokja Pembinaan Bidang SDM menyampaikan bahwa pemilihan pemakalah terbaik ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi semua jabatan fungsional non-peneliti untuk terus belajar dan berkarya dengan baik.  Setelah pemberian penghargaan kepada pemakalah terbaik, acara kemudian ditutup oleh Wakil Ketua Pokja Pembinaan Bidang SDM, Bapak Wisnu Broto. Pertemuan teknis jabatan fungsional non-peneliti seperti ini diharapkan dapat diselenggarakan secara periodik untuk dapat memberikan kesempatan dalam menyampaikan buah karyanya serta dapat menjangkau seluruh pejabat fungsional non-peneliti yang ada di lingkup Badan Litbang Pertanian.


LAST_UPDATED2
 
Hari Kemerdekaan PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Sabtu, 17 Agustus 2013 17:03
Sabtu 17 Agustus 2013, Peringatan hari kemerdekaan RI yang ke 68 Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu di halaman kantor  melaksanakan upacara bendera. Upacara diikuti oleh seluruh staff BPTP Bengkulu dan dirasa cukup khidmat. Bertindak selaku komandan upacara Kasubag  Tata Usaha (Wilda Mikasari), Pembacaan UUD 1945 (Zainani),  Doa  (Yahumri).

Pengibaran bendera merah putih yang diiringi dengan menyanyikan Indonesia Raya serta mengheningkan cipta untuk mengenang perjuangan para pahlawan. Dilanjutkan menyanyikan lagu 17 Agustus, padaMu Negeri.

Dalam memeriahkan hari kemerdekaan diadakan lomba nyanyi antar kelompok pengkajian, pelayanan lingkup BPTP Bengkulu. Diselingi dengan membagikan hadiah lomba anak – anak yang telah dilaksanakan pada hari sebelumnya.
LAST_UPDATED2
 
Halal Bihalal Idul Fitri 1434 H PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Jumat, 16 Agustus 2013 14:14

Halal Bihalal KELUARGA Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu

 

Dalam rangka merayakan Hari Raya Idul Fitri 1434 H, Kamis 15 Agustus 2013   Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu  mengadakan acara halal bihalal, di Lapangan Outbond Jenggalu, Pantai Panjang Bengkulu.

 

Tema yang diusung dalam acara tersebut adalah “Dengan Halal Bihalal Kita Pererat Tali Silaturrahim Keluarga Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Bengkulu”  Perayaan halal bihalal kali ini dihadiri oleh Kepala Balai beserta ibu, Peneliti dan keluarga, Penyuluh dan keluarga,  seluruh pegawai dan keluarga BPTP Bengkulu.

 

Acara halal bihalal tersebut dibuka langsung oleh Kepala BPTP Bengkulu Bapak Dedi Sugandi. Dalam sambutanya, Bpk. Dedi Sugandi mengucapkan selamat Idul Fitri 1434 H kepada seluruh hadirin yang merayakan, serta menyatakan bahwa silaturahmi ini penting untuk lebih mengenal dan memahami satu dengan yang lain

 

Acara dilanjutkan dengan saling bersalam-salaman dan saling memaafkan diantara satu dengan yang lain. Untuk lebih memeriahkankan acara halal bihalal pada peringatan Idul Fitri 1434 H ini diadakan lomba bagi anak-anak berupa lomba lari karung, makan kerupuk, lomba karoeke dan joged. Tak ketinggalan untuk lomba karung ikut serta bapak dan ibu yang hadir. Untuk anak-anak pemenang lomba diberikan hadiah yang unik. Pada acara diiringi organ tunggal selalu siap melayani permintaan lagu yang direquest.

 

LAST_UPDATED2
 


JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL
Joomla Templates by JoomlaVision.com