Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

kalender
SERBA SERBI
UPBS
satulayanan
Sinar Tani
web mail

Buku Inovasi



  

 

Ex Kepala 1985-2011

        

On-LINE

Terdapat 19 Tamu online
Sosialisasi kegiatan BPTP 2012 di Kab. Lebong PDF Cetak E-mail
News - Info Aktual
Oleh Administrator   
Senin, 02 April 2012 21:06
Pada tahun anggaran 2012 BPTP Bengkulu melaksanakan beberapa kegiatan pengkajian dan diseminasi di Kabupaten Lebong yaitu pendampingan SL-PTT melalui display di beberapa Kecamatan Kabupaten Lebong, Perbanyakan benih kegiatan UPBS di Kecamatan Lebong Selatan dan Pengkajian Pembungaan dan Pembuahan Jeruk Gerga Lebong di Kecamatan Rimbo Pengadang. Untuk itu diperlukan koordinasi dan sinkronisasi program kerja BPTP Bengkulu dengan dinas/instansi terkait serta petani pelaksana agar kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Sosialisasi Kegiatan Program Pengkajian dan Diseminasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu Tahun Anggaran 2012 di Kabupaten Lebong  yang dilaksanakan di Aula Sekolah Luar Biasa (SLB) Limau Pit, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong pada tanggal 21 Maret 2012. Sosialisasi ini bertujuan untuk : (1) Menginformasikan kepada Dinas/Instansi terkait tentang kegiatan Program Pengkajian dan Diseminasi BPTP Bengkulu Tahun Anggaran 2012 di Kabupaten Lebong, (2) Mendorong sinergi program BPTP Bengkulu dengan Dinas/Instansi terkait di Kabupaten Lebong. Pada kesempatan ini hadir Kepala BPTP, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lebong, Kepala BP4K Kabupaten Lebong. Sosialisasi dilaksanakan dengan metode presentasi dan diskusi.

Arahan dan Sambutan Kepala BPTP Bengkulu

Arahan pada Pembukaan acara Sosialisasi Kegiatan Program Pengkajian dan Diseminasi BPTP Bengkulu Tahun Anggaran 2012 Kepala BPTP Bengkulu  disampaikan oleh Ir. Sri Suryani MR, M.Agr, yang mewakili Kepala BPTP Bengkulu menyampaikan hal-hal sebagai berikut :
      1. BPTP merupakan UPT (Unit Pelaksana Teknis) pusat yang berada dibawah Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian, Kementerian Pertanian yang ditugasi untuk membantu pemerintah daerah dalam bidang pertanian khususnya teknologi pertanian.
      2. Sosialisasi ini bertujuan untuk : (1) Menginformasikan kepada Dinas/Instansi terkait tentang kegiatan Program Pengkajian dan Diseminasi BPTP Bengkulu Tahun Anggaran 2012 di Kabupaten Lebong, (2) Mendorong sinergi program BPTP Bengkulu dengan Dinas/Instansi terkait di Kabupaten Lebong.

Arahan Kepala BP4K Kabupaten Lebong Sekaligus Membuka Acara Sosialisasi Secara Resmi.

Arahan yang disampaikan oleh Kepala BP4K Kabupaten Lebong yang disampaikan oleh Ir. Sufran Ruba’ie, adalah sebagai berikut :
  1. Ketahanan pangan perlu tingkatkan, perlu diwujudkan dengan strategi politik, sosial, keamanan dan politik.
  2. “Tata Hubungan Kerja Kelebagaan Teknis, Litbang, Penyuluhan Pertanian dalam Mendukung P2BN Permentan No. 45 Tahun 2011” guna pencapaian surplus 10 juta ton beras 2014 dengan strategi : 1) peningkatan Produktivitas, 2) Penurunan konsumsi beras, 3) Perluasan areal dan pengelolaan lahan, dan 4) Penyempurnaan Manajemen.
  3. Acara Sosialisasi Kegiatan Program Pengkajian dan Diseminasi BPTP Bengkulu Tahun Anggaran 2012 di buka secara resmi.
Tujuan Sosialisasi  adalah :
  1. Menginformasikan kepada Dinas/Instansi terkait tentang kegiatan Program Pengkajian dan Diseminasi BPTP Bengkulu Tahun Anggaran 2012 di Kabupaten Lebong,
  2. Mendorong sinergi program BPTP Bengkulu dengan Dinas/Instansi terkait di Kabupaten Lebong.
  3. Program Pengkajian dan Diseminasi BPTP Bengkulu Tahun Anggaran 2012 di Kabupaten Lebong diketahui oleh dinas/instansi terkait.

Dalam Sosialisasi disampaikan 6 materi yang terkait dengan program pengkajian dan diseminasi teknologi pertanian BPTP Bengkulu di Kabupaten Lebong yaitu sebagai berikut:
  1. Operasionalisasi Permentan No. 45 Th. 2011
  2. Sosialisasi Pelaksanaan P2BN 
  3. Program Pengkajian dan Diseminasi Teknologi Pertanian BPTP Bengkulu Tahun Anggaran 2012
  4. Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT).
  5. Pelaksanaan Kegiatan Produksi Benih UPBS Tahun Anggaran 2012 .
  6. Pelaksanaan Kegiatan Pengkajian Teknologi Pembuahan dan Pembungaan Jeruk Gerga Tahun Anggaran 2012.
Peserta
Sosialisasi diikuti oleh 40 orang peserta yang terdiri atas 14 orang petugas dari dinas/instansi terkait, 16 orang petani kooperator dan 10 orang peneliti/penyuluh/staf BPTP Bengkulu.

Penyampaian Materi dan Diskusi
1.    Operasionalisasi Permentan No. 45 Th. 2011
Materi ini disampaikan oleh Kepala BP4K Kabupaten Lebong (Ir. Sufran Ruba’ie). Dalam penyampaian materi dipaparkan bahwa Permentan Nomor 45 Tahun 2011 merupakan salah satu instrument kebijakan dengan maksud untuk memberikan acuan bagi kelembagaan teknis, kelembagaan penelitian dan pengembangan serta kelembagaan penyuluhan pertanian di pusat, propinsi, kabupaten/kota dan kecamatan dalam mendukung program P2BN.

Permentan dikeluarkan untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, pada tahun 2011 Kementerian Pertanian telah menetapkan target produksi padi sebesar 70,60 juta ton GKG. Sampai dengan tahun 2014 pertumbuhan produksi padi ditargetkan meningkat sebesar 5,22 % per tahun.
Untuk mencapai tujuan kita meningkatkan produksi tersebut perlu adanya sinerginitas tiap instansi. Sesuai dengan Permenten No. 45 Th. 2011 adapun tugas dari BP4K adalah :
    • Menyusun programa penyuluhan Kab/Kota untuk mendukung pencapaian target produksi padi yang telah ditetapkan Dinas Pertanian di tingkat Kab/Kota
    • Menyusun  materi penyuluhan dan menyebarluaskan teknologi spesifik lokasi yang direkomendasikan BPTP di Provinsi.
    • Melakukan penyuluhan melalui media cetak/elektronik
    • Menyusun pengalokasian penugasan tenaga penyuluh pertanian berdasarkan lokasi SL-PTT dan sentra produksi 
    • Meningkatkan kapasitas dan kinerja penyuluh melalui pelatihan di BPP dalam rangka peningkatan produksi padi
    • Menetapkan lokasi demplot, demfarm, demarea SL-PTT berdasarkan usulan BP3K
    • Merencanakan dan melaksanakan rembug/forum pertemuan petani, temu teknis, dan temu tugas
    • Melakukan seleksi  dan mengusulkan calon penerima penghargaan bagi penyuluh, petani berprestasi yang behasil dalam peningkatan produksi beras tingkat Kab/Kota.
Operasionalisasi permentan perlu didukung oleh semua pihak khususnya dinas/instansi terkait didaerah untuk mendorong optimalisasi pencapaian produktivitas. Pelaksanaan Permentan Nomor 45 Tahun 2011 di Kabupaten Lebong belum terlaksana dengan baik hal ini dilihat dari pembentukan TIM teknis tingkat Kabupaten belum terbentuk .

2.    Sosialisasi Pelaksanaan Program P2BN
Materi disampaikan oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lebong yaitu Taman, SP, beliau sangat mengharapkan kepada semua instansi/dinas terkait dengan adanya sosialisasi pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan dengan seoptimal mungkin, adapun uraian materi yang disampaikan sebagai berikut :
  • Dalam rangka mendukung P2BN yaitu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lebong dituntut untuk meningkatkan ketahanan pangan sehingga kita wajib bekerjasama dan bersinergi. Disamping itu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah berusaha berperan untuk melaksanakan tanam 2 kali namun belum 100 % di Kabupaten Lebong yang dapat melakukan tanam 2 kali hal ini disebabkan serangan hama tikus. Salah satu contoh untuk musim kemaren dibalai benih (sukabumi bisa panen minggu I September dengan hasil  81 karung/ha).
  • Untuk  itu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lebong mengharapkan dari BPTP Bengkulu diadakan Pengkajian tentang pengendalian hama tikus. 
  • Tugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lebong sebagai instansi pemangku kebijakan adalah menetapkan lua areal tanaman, merekomendasikan paket spesifik lokasi, membangun irigasi, memfasilitasi benih, pupuk po, mengalokasikan POPT dan memfasilitasi salinitas untuk mendukung program.
  • Sesuai dengan Permenten No. 45 Th. 2011 adapun tugas dari BP4K adalah :
  • Merencanakan dan menetapkan produksi padi tingkat Kab/Kota
  • Menetapkan kebutuhan sarana produksi pertanian untuk mencapai target produksi tingkat Kab/Kota
  • Mengidentifikasi dan menetapkan sentra produksi padi
  • Menerapkan rekomendasi teknologi spesifik lokasi
  • Menningkatkan optimalisasi lahan dan pencetakan sawah
  • Membangun dan memelihara JITUT, JIDES, TAM, embung, dll
  • Memfasilitasi penyediaan benih, pupuk organik, dan sarana produksi lainnya
  • Merencanakan pengalokasian penempatan petugas POPT, pengawas mutu benih di sentra produksi padi
  • Fasilitasi akses sumber permodalan
  • Menyiapkan kebutuhan anggaran untuk peningkatan produksi padi
 
Program BPTP Bengkulu Tahun Anggaran 2012
Materi disampaikan oleh Ir. Sri Suryani MR, M.Agr yang mewakili Kepala BPTP Bengkulu. adapun materi yang disampaikan disini adalah selain program pengkajian dan diseminasi tahun 2012 juga menjelaskan tentang tugas dan fungsi dari BPTP sebagai UPT Litbang. Adapun uraian materi yang disampaikan tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Tugas pokok BPTP Bengkulu adalah melaksanakan pengkajian dan perakitan teknologi tepat guna spesifik lokasi.
  2. Fungsi dari BPTP Bengkulu adalah :
•    Inventarisasi dan identifikasi kebutuhan teknologi Pertanian
•    Pengkajian dan perakitan teknologi pertanian
•    Penyiapan paket teknologi untuk penyuluhan pertanian
•    Pelayanan teknik kegiatan pengkajian
•    Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Balai
  3. Program kegiatan BPTP Bengkulu Tahun Anggaran 2012
adalah sebagai berikut :
•    Kegiatan Mendukung 4 Target Sukses Kementerian Pertanian
•    Kegiatan Strategis Badan Litbang Pertanian
•    Kegiatan In-House/Pengkajian Spesifik Lokasi
•    Kegiatan Analisis Kebijakan Antisipatif dan Responsif
•   Kegiatan Diseminasi melalui berbagai metode (Media Massa dan Interpersonal).
  4. Kegiatan BPTP Bengkulu di Kabupaten Lebong Tahun Anggaran 2012 adalah sebagai berikut :
  • Pendampingan sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT).
  • Unit Produksi Benih Sumber (UPBS) .
  • Kajian Teknologi Pembuahan dan Pembungaan Jeruk Gerga di Propinsi Bengkulu
  • Pelaksanaan Kegiatan Pendampingan SL-PTT dari Implementasi Permentan Nomor 45 Tahun 2011.
Pelaksanaan kegiatan pendampingan SL-PTT tahun anggaran 2012 adalah implementasi dari permentan nomor 45 tahun 2011. Adapun tugas peneliti pendamping dari BPTP di Kabupaten (Tim Pelaksana) melayani Diperta dan Bapeluh.
  • Merancang dan menyediakan benih untuk display varietas serta merekomendasikan penggunaan varietas unggul spesifik lokasi
  • Mengawal Penerapan teknologi spesifik lokasi dan penerapan kalender pola tanam; 
  • Menjadi narasumber pelatihan pemandu lapangan SL-PTT; 
  • Menyebarkan publikasi, bahan cetakan dan elektronik untuk bahan penyuluhan; 
  • Mengidentifikasi masalah dan memberikan saran pemecahan masalah dalam penerapan teknologi; 
  • Menyampaikan teknologi tepat guna melalui Badan Pelaksana Penyuluhan/ Kelembagaan yang membidangi Penyuluhan di Kabupaten/Kota sebagai bahan materi penyuluhan pertanian.
    Liason Officer/Petugas Penghubung BPTP Bengkulu yang bertugas di Kabupaten Lebong adalah Yesmawati, SP. Kegiatan SL-PTT di Kabupaten Lebong adalah berupa display-display VUB padi sawah, sedangkan untuk denfarm tidak dilaksanakan di Kabupaten Lebong. Kegiatan yang telah dilaksanakan pada saat ini sampai ke pelaksanaan PRA.
    Komponen teknologi yang diterapkan di SLPTT adalah komponen dasar dan komponen pilihan. Komponen dasar adalah  penggunaan VUB Inhibrida/Hibrida, Benih bermutu dan berlabel, Pemberian bahan organik dengan  pengembalian jerami kesawah, Pengaturan populasi tanaman secara optimum, Pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah dan Pengendalian OPT dengan konsep PHT. Sedangkan komponen pilihan adalah  Pengolahan tanah sesuai musim dan pola tanam, Penggunaan bibit muda, Tanam  1-3 bibit/lubang, Pengairan secara efektif dan efisien, Penyiangan dengan landak dan panen tepat waktu dan gabah segera dirontok.

Pelaksanaan Kegiatan Pengkajian Teknologi Pembuahan dan Pembungaan Jeruk Gerga Tahun Anggaran 2012.
Materi ini disampaikan langsung oleh Penanggung Jawab kegiatan yaitu Ir. Sri Suryani MR, M.Agr (foto terlampir). Adapun materi yang disampaikan adalah sebagai berikut :
  1. Jeruk Rimau  Gerga Lebong (RGL) adalah salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Lebong.
  2. Dirjen horti th 2011 : aset nasional untuk dikembangkan dari 6 ha menjadi kawasan agribisnis hortikultura/ jeruk di eks lahan tidur seluas 6000 ha
  3. Permasalahan dalam budidaya jeruk rimau gerga lebong adalah : terbatasnya dokumentasi untuk merakit teknologi budidaya speslok dan pasca panen, adanya serangan hpt utama yg mengakibatkan penampilan kulit buah menjadi tidak mulus, biaya pupuk dan pestisida yang tinggi dan penampilan buah yg dijual kurang segar diduga karena umur panen yg kurang tepat.
  4. Tujuan akhir dari pengkajian ini adalah merakit teknologi budidaya spesifik lokasi dan pasca panen  guna meningkatkan produktivitas dan mutu buah  RGL. 
  5. Tujuan pengkajian untuk tahun 2012 adalah : a) Meningkatkan produktivitas buah jeruk Gerga lebong melalui pemangkasan dan pemupukan, b) Meningkatkan mutu  buah jeruk Gerga Lebong berdasarkan umur buah.
  6. Keluaran  akhir dari pengkajian adalah tersedianya teknologi budidaya spesifik lokasi dan pasca panen  guna meningkatkan produktivitas dan mutu buah  jeruk RGL.
  7. Keluaran pengkajian untuk tahun 2012 adalah : a) Diperolehnya peningkatan produktivitas jeruk Gerga lebong melalui pemangkasan dan pemupukan, b) Diperolehnya peningkatan mutu buah jeruk Gerga Lebong berdasarkan umur buah yg tepat.
  8. Rencana pengkajian dilaksanakan selama 2 tahun yaitu tahun 2012 dan 2013.  Lokasi pengkajian di Desa Rimbo Pengadang, Kecamatan Rimbo Pengadang Kabupaten Lebong. Petani kooperator terdiri 2 orang yaitu Pak Maharani dan Pak Samsul.

Pelaksanaan Kegiatan Produksi Benih UPBS Tahun Anggaran 2012

Materi ini disampaikan oleh TIM UPBS yaitu Yartiwi, SP. Kegiatan produksi benih BPTP Bengkulu tahun 2012  seluas + 15 ha, untuk Kabupaten Lebong seluas 5 ha.  Benih sangat penting dalam usaha tani oleh karena itu benih memiliki arti penting dalam pengembangan agribisnis dan ketahanan pangan, benih sumber menempati posisi strategis karena merupakan materi  untuk  produksi benih  ke kelas di bawahnya.
Adapun Ruang lingkup UPBS meliputi : kelembagaan yang bertugas untuk mengelola benih sumber tanaman, sistem  pengelolaan benih sumber, sistem sertifikasi dan sistem informasi.
 UPBS BPTP Bengkulu mempunyai visi dan misi dalam produksi benih. Adapun visi UPBS BPTP Bengkulu adalah menjadi UPBS yang handal dalam mendukung sistem perbenihan nasional sedangkan misi UPBS BPTP Bengkulu adalah menghasilkan benih sumber tanaman yang mempunyai mutu genetik, mutu fisik dan mutu fisiologis yang tinggi dan meningkatkan kepuasan pelanggan melalui penerapan jaminan mutu dan perbaikan berkelanjutan

Dalam pelaksanaam produksi benih sumber, BPTP berkewajiban melakukan koordinasi dan sinkronisasi  dengan Dinas Pertanian Propinsi/Kabupaten, BPSB, BBI dan atau institusi perbenihan lain yang terkait dalam pelaksanaan produksi benih sumber. Koordinasi juga perlu dilakukan dengan produsen benih sebar supaya penyaluran benh sumber menjadi lebih lancar. 


Lokasi Kegiatan pelaksanaan UPBS Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bengkulu Tahun Anggaran 2012 Musim Tanam I di Kabupaten Lebong berlokasikan di Kelurahan  Taba Anyar, Kec. Lebong Selatan. Nama Kelompok Penangkar  Tabah Indah II. 

Tahapan kegiatan yang telah dilaksanakan pada kegiatan produksi benih adalah Identifikasi Teknologi Eksisting, Pengambilan Sampel Tanah, Identifikasi Petani dan Ploting Lahan, Penjelasan Juknis Budidaya dan Pelaksanaan Budidaya Tanaman Padi dengan Pendekatan Teknologi PTT.

Keluaran dari kegiatan UPBS adalah BPTP Bengkulu menjadi UPT lingkup Badan Litbang Pertanian mempunyai tugas memproduksi benih sumber tanaman serta menjadi mediator dan  sumber informasi dalam pengembangan VUB untuk pelanggan.


LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com